Amerika Serikat Intervensi Pasar Valas, The Fed Didorong Bantu Perkuat Yen Jepang
Pemerintah Amerika Serikat secara mendadak bergabung dengan otoritas Jepang untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menahan kejatuhan nilai tukar yen. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa tindakan bersama ini berhasil meredam pergerakan pasar yang sempat mengalami tekanan terendah sejak dekade 1980-an.
Data pasar menunjukkan bahwa nilai tukar yen sempat menyentuh level nyaris 164 per dolar AS pada pekan lalu sebelum akhirnya berbalik menguat setelah aksi intervensi dilakukan. Departemen Keuangan AS menggunakan cadangan euro untuk membeli yen guna menghindari gejolak besar pada pasar surat berharga negara atau US Treasury.
"Tindakan valuta asing terkoordinasi pada hari Jumat lalu berhasil melawan pergerakan yen yang tidak tertib," ujar Scott Bessent melalui akun media sosial pribadinya pada hari Minggu waktu setempat.
Kejatuhan yen sendiri dipicu oleh perbedaan suku bunga yang tajam antara Amerika Serikat dan Jepang sejak tahun 2022 lalu. Kondisi ini turut memengaruhi perdagangan carry trade global serta memicu kekhawatiran atas kenaikan harga impor energi di negara Matahari Terbit tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, Bessent ingin agar Jepang memaksimalkan fasilitas pinjaman FIMA Repo Facility milik The Fed agar tidak perlu menjual kepemilikan surat utang AS secara langsung. Fasilitas ini memungkinkan bank sentral asing meminjam dana dengan menjaminkan obligasi tanpa merusak imbal hasil pasar.
Kepala Ekonom Apollo Global Management Torsten Slok mencatat bahwa dinamika perdagangan global saat ini tengah mengalami pergeseran signifikan. "Perdagangan carry trade yen telah runtuh," tulis Torsten dalam riset terbarunya yang diterbitkan akhir pekan lalu.
Rencana ini memerlukan persetujuan dari Komite Pasar Terbuka Federal serta dukungan penuh dari Ketua The Fed Kevin Warsh yang baru. Warsh sebelumnya pernah menyampaikan sinyal bahwa bank sentral dapat bekerja sama lebih erat dengan pemerintah dalam urusan keuangan internasional.
Hingga saat ini, kepemilikan surat berharga AS oleh pemerintah Jepang tercatat mencapai sekitar 1,1 triliun dolar AS berdasarkan data resmi per Mei lalu.
Artikel Lainnya
Penyerang muda jebolan akademi Real Madrid, Gonzalo García, resmi melanjutkan kariernya di Liga Inggris setelah bergabun...
Tarif rata-rata tenaga listrik mengalami lonjakan drastis sebesar 41,34 persen pada awal pekan ini, mencapai angka 150,1...
Perusahaan induk Snapchat, Snap, mengumumkan laporan keuangan kuartal kedua 2026 dengan perolehan pendapatan dan laba ya...
Dukungan terkoordinasi dari Amerika Serikat dan Jepang sukses mengerek nilai tukar yen dari posisi terendahnya dalam emp...
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 0-3 dari Vietnam dalam laga Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Senin (...