Selasa, 4 Agustus 2026

Malaysia Pimpin Pariwisata ASEAN, Indonesia Tempati Posisi Kelima

Malaysia sukses mempertahankan takhta sebagai destinasi terpopuler di Asia Tenggara dengan mencatatkan 21,12 juta kedatangan wisatawan pada semester pertama 2026. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat kelima kawasan dengan torehan 7,45 juta kunjungan.

Kawasan Asia Tenggara kembali mencatat dinamika sektor pelesiran yang menarik sepanjang semester pertama tahun 2026. Malaysia keluar sebagai juara bertahan dengan mendulang total 21,12 juta kedatangan pelancong internasional dari berbagai belahan dunia.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya setempat, angka tersebut melonjak 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini bahkan melampaui catatan rekor sebelum pandemi Covid-19 pada tahun 2019 dengan selisih mencapai 17,7 persen.

Kampanye pariwisata masif serta perbaikan konektivitas penerbangan disebut menjadi motor penggerak utama pertumbuhan tersebut. "Lonjakan ini didukung oleh ragam acara internasional dan penguatan promosi di berbagai daerah," ungkap laporan resmi pariwisata negeri jiran.

Di posisi kedua, Thailand membukukan 16,7 juta kunjungan wisman yang mengalami sedikit koreksi sebesar 3,09 persen secara tahunan. Disusul oleh Vietnam di tempat ketiga dengan 12,3 juta pengunjung dan Singapura di urutan keempat dengan 8,12 juta kedatangan.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat Indonesia berada di peringkat kelima kawasan ASEAN dengan raihan 7,45 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,71 persen secara tahunan.

Redaksi Rafael Ribeiro Jakarta
Redaksi Rafael Ribeiro Jakarta
Tim redaksi Rafael Ribeiro Jakarta yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari ibu kota.
Redaksi Rafael Ribeiro Jakarta adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari ibu kota Jakarta. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.