Senin, 3 Agustus 2026

Kisah Hidup Srinivasa Ramanujan, Jenius Matematika Dunia Asal India

Srinivasa Ramanujan adalah matematikawan otodidak asal India yang lahir pada 22 Desember 1887 dan memberikan kontribusi luar biasa pada analisis matematika serta teori bilangan. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan minim pendidikan formal tingkat lanjut, karya-karyanya berhasil memukau dunia akademik internasional sebelum ia wafat pada usia 32 tahun.

Srinivasa Ramanujan Iyengar lahir di Erode, Tamil Nadu, India, pada 22 Desember 1887 dalam keluarga tradisional Tamil Brahmin. Sejak usia belasan tahun, ia menunjukkan bakat luar biasa di bidang matematika dan berhasil menguasai buku trigonometri lanjutan tingkat lanjut secara mandiri tanpa bimbingan formal.

Meski menonjol dalam angka-angka, Ramanujan kesulitan fokus pada mata pelajaran lain di perguruan tinggi seperti bahasa Inggris dan fisiologi. Hal ini membuatnya kehilangan beasiswa serta gagal dalam beberapa ujian, sehingga ia memilih untuk melanjutkan penelitian matematika secara independen di tengah kondisi kemiskinan ekstrem.

Ketekunan Ramanujan membuahkan hasil ketika ia mulai mengirimkan surat berisi temuan rumitnya kepada matematikawan Inggris, G. H. Hardy, di University of Cambridge pada tahun 1913. Hardy yang terkesan dengan kejeniusannya segera mengatur keberangkatan Ramanujan ke Inggris untuk meneliti teorema-teorema baru.

"Saya tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya, beberapa rumusnya berhasil mengalahkan saya sepenuhnya," ujar Hardy dalam catatan arsipnya saat mengomentari temuan luar biasa yang dikirimkan oleh sang matematikawan muda asal India tersebut.

Selama hidupnya, Ramanujan berhasil menyusun hampir 3.900 hasil riset dan identitas matematika baru yang sebagian besar terbukti benar. Kontribusi masifnya mencakup fungsi theta Ramanujan, deret tak hingga, serta pecahan berlanjut yang hingga kini masih menginspirasi riset modern.

Kendati mencetak sejarah sebagai salah satu Fellow of the Royal Society termuda dan orang India pertama di Trinity College Cambridge, kondisi kesehatannya memburuk akibat komplikasi amoebiasis hati. Ia akhirnya memutuskan kembali ke tanah air dan wafat pada 26 April 1920 di usia 32 tahun.

Hingga hari ini, warisan intelektual Ramanujan terus diabadikan melalui berbagai jurnal ilmiah internasional serta penemuan catatan-catatan lamanya yang memuat teori bilangan tingkat tinggi. Karya-karyanya membuktikan bahwa kejeniusan murni dapat lahir dari sudut mana pun di dunia.

Redaksi Rafael Ribeiro Jakarta
Redaksi Rafael Ribeiro Jakarta
Tim redaksi Rafael Ribeiro Jakarta yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari ibu kota.
Redaksi Rafael Ribeiro Jakarta adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari ibu kota Jakarta. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.